blog, mayang sari, retouch, polisi dan roy suryo

December 12, 2005

udah tau kan ceritanya. ada yang posting di blog foto-foto mayang sari yang diretouch buat lucu-lucuan. diganti dengan muka beberapa orang, antara lain yusril, surya paloh, roy suryo, sby, rhoma irama dan armand maulana. kreatif sih. cuma ujungnya ada yang tersinggung sehingga polisi perlu ikut campur memeriksa blogger yang bersangkutan. beritanya ada di detik.

liat dari sisi netral nyok (berhubung blogger identik dengan gerakan anti roy suryo; dan berhubung gue adalah blogger juga). retouch foto-foto itu asik sih. buat hiburan. masalah nanti ada yang tersinggung biasanya ditanggapi dengan, “ah gak asik, gitu aja tersinggung. george w. bush aja sering dibuat karikatur yang lebih sarkas tapi gak sampai gitu-gitu amat.”

iya bener. tapi keterbukaan di endonesa belum sampai ke arah seperti itu. yang di atas masih harus dihormati selayaknya orang tua. dan itulah yang agak mengerikan. bagaimana nanti kalau ternyata keterbukaan di endonesa sampai ke arah itu. bagaimana dengan respek anak ke orang tua? terutama ke orang tuanya sendiri.

dan ironisnya di saat itu, generasi inilah yang nanti menjadi orang tua.

memang sih, respek tidak didapatkan dari perbedaan usia. tapi dari perbuatan. perilaku. tapi kecenderungan yang ada sekarang adalah pengungkapan isi hati yang kian lama kian ekstrim dan tak terkendali. cenderung menjauh dari respek.

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://richoz.blogsome.com/2005/12/12/blog-mayang-sari-retouch-polisi-dan-roy-suryo/trackback/

  1. nah… nanti kita liat, sebeerapa bijak orang yg dituakan itu dlm menanggapi kasus ini. gmn sikap org tua kalo anaknya kelewat kreatif? dihukum atau dibimbing ke arah yg lebih baik?

    Comment by its — December 12, 2005 @ 6:33 pm

  2. hmmm… interesting point of view. never really looked at it that way. let’s see. iya sih di endonesa kan sekarang lagi berkoar2 demokratis lah, kebebasan mengungkapkan pendapat lah, ini lah, itu lah. tapi sebetulnya rakyatnya blom bisa ato blom biasa dengan ke-bebasan itu. berpuluh2 tahun kan government yang berkuasa. dan kalo diliat, hubungan pemerintah dan masyarakat (yg dulu, ato mungkin juga yg skarang?) bisa dibandingkan dengan hubungan anak dan orang tua endonesa. jadi emang menyedihkan kalo seandainya nanti sikap “pengungkapan isi hati yg ekstrim dan tidak terkendali” ke pemerintah dicerminkan ke orang tua masing2 juga. jangan sampe lah, karena gw termasuk salah satu orang endonesa yg bangga dengan budaya etiket dan kesopanan kepada orang tua, banyak kultur2 lain yg sepertinya nggak regard orang tua sama sekali (contoh: liat show-nya bam margera). cuma mungkin… mungkin nih… seandainya orang tua juga bisa menunjukkan respek kepada anak, mungkin dampaknya nggak akan kaya gini. karena setau gw sih, menurut pengalaman pribadi, budaya endonesa juga budaya yg “harus nurut orang tua, lebih muda nggak ngerti apa-apa”. i dunno… am i making sense?? or am i confusing u? yaaah… liat aja deh, hope for the best.

    Comment by bubbz — December 15, 2005 @ 7:56 pm

  3. exactly
    tepat sekali
    u are confusing me
    :p

    Comment by richoz — December 16, 2005 @ 10:06 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>