go ahead
if life is a race
i’ll slow down
and let you win
if life is a tournament
i’ll give up
and let you take the trophy
if life is a race
i’ll slow down
and let you win
if life is a tournament
i’ll give up
and let you take the trophy
alanis moriset, anak ajaib, angza, asam batu, bek, bizkuit melempem, boneka2 gugu, budakbunyi, bunderan sempurna, cabe merah pedas, cabul buat pairo, candi anjing, debutujuh, elis diborgol, germo bersepatu kain, jagunk, jaketcewek, jimi hendriks, jiwa urunan, kahyangan, kebunsuara, kecanduannya jen, kehilangan keyakinan, keimanan, kepalaradio, kimia bersaudara, kocokan kula, kue, kuku sembilan inci, labu2 tabrakan, lima merah tua, maindingin, malam pengadilan, mata air, mawar2 batu, mayamati, merilin mensen, metode penganiayaan, mimpi buruk, nada2 tuli, ngamuk ngelawan mesin, penunggu candi batu, penyembuh, petarung2 makana, pistol beludru, polisi, ratu2 jaman batu, renungan, sakitlumvur, sampah, saringan, selai mutiara, serangan berat, simpul selip, sistim turun, sumur disumpahin, tiga sebelas, warhol berpakaian keren, warna hidup
tebaklah
a short but not so nice word
brings long pain and disaster
lot of tears (and blood)
and no one can stop if it already started
no one
peace is just another word to cover war
but war will still exist with its own existence
stay away from war
run is another word
usually defined for losers
but who defined win?
you’re just like crosstown traffic
so hard to get through to you
crosstown traffic
i don’t need to run over you
crosstown traffic
all you do is slow me down
and i’m tryin’ to get on the other side of town
rakyat (baca: penduduk jakarta) memang benar-benar individualistis. kalau pun masih ada yang tidak seperti itu, mungkin hanya terbatas di kalangan sendiri. di kalangan tertentu saja. di luar lingkaran itu menjadi individualis. ignorant. gak mau tau.
kayak hari ini nih. gosipnya sih ada bom di kelapa gading. paling cuma cari tau di mana persisnya. trus siapa aja yang kena. keluarga ada yang kena atau tidak. kalo tidak ya, abis itu kembali menjadi ignorant. kembali ke kesibukan individual.
itulah cara rakyat jakarta menjalani kehidupan sehari-harinya. individual bliss. i do.
apapun yang kau lakukan, jangan beritahu siapapun. seni merahasiakan yang terlupakan.
beberapa hari terakhir ini jakarta diguyur hujan lagi. musim hujan lagi. padahal seharusnya bukan (kalau mengingat pelajaran geografi waktu sd dan smp). tapi apa daya kalo memang siklusnya memang sudah ditentukan seperti ini.
damn, jas hujan gue ketinggalan di rumah pula gara-gara tadi pagi buru-buru berangkat buat weekly meeting. ugh.